Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 22 Oktober 2011

CONTOH MAKALAH FISIKA


 KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan YME dan dengan rahmat dan karunianya, MAKALAH FISIKA ini dapat kami buat sebagai tugas kami.Sebagai bahan pembelajaran kami dengan harapan dapat di terima dan di pahami secara bersama.
Dalam batas-batas  tertentu MAKALAH ini memuat Tentang Pengukuan,Besaran,Satuan,Dimensi dan Awalan SI. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Fisika.Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya kami dengan kerendahan hati meminta maaf  jika terdapat kesalahan dalam penulisan atau penguraian MAKALAH kami Dengan Harapan dapat di terima oleh bapak dan dapat di jadikan sebagai acuan dalam proses pembelajaran kami.

Makassar,11oktober 2011

      Miswadi N    


i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar......................................................................................................i
Daftar isi ................................................................................................................ii

BAB I : PENDAHULUAN
A.Latar belakang………………………………………………………………………
B.Rumusan masalah………………………………………………………………….
C.Tujuan…………………………………………………………………………………. 1
BAB II : PENGUKURAN
A.Pengertian…………………………………………………………………………….. 2
B.Macam-macam alat ukur………………………………………………………….....3
……………………………………………………………………………………………... 4
BAB III : BESARAN
A.Pengertian …………………………………………………………………………….
    -Besaran pokok…………………………………………………………………….... 5
      ……………………………………………………………………………………........ 6
    -Besaran turunan……………………………………………………………………. 7
BAB IV: SATUAN
A.Pengertian………………………………………………………………………….…. 8
BAB V : DIMENSI
A.Pengertian…………………………………………………………………………….. 9
B.Bagian-bagian Dimensi……………………………………………………………. 10
BAB VI :AWALAN SI
A.Pengertian……………………………………………………………………………. 11
B. Tabel Awalan SI……………………………………………………………………... 12
BAB VII : PENUTUP
A.Kesimpulan……………………………………………………………………………13
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………. 14




ii
BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar belakang Masalah
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas kami kepada dosen fisika. Dan karena begitu pentingnya materi ini dan untuk menambah pematerian, maka dengan ini kami membuat makalah Fisika tentang Pengukuran,Besaran,Satuan,Dimensi dan Awalan SI

B. Perumusan Masalah
1. Kita dapat mengetahui apa yang di maksud dengan Pengukuran,Besaran,Satuan,Dimensi dan   Awalan SI
2. Bagian-bagian dari Pengukuran,Besaran,Satuan,Dimensi dan   Awalan SI 


C. Tujuan Pembuatan Makalah
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk membantu, mempermudah pembelajaran serta melengkapi pematerian





1

BAB II
Pengukuran
A.pengertian
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran.Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian, atau kepercayaan konsumen.
Pengukuran adalah perbandingan dengan standar -- William Shockley
Dalam definisi lain
Pengukuran adalah sebuah kegiatan menggunakan alat dengan tujuan
mengetahui nilai suatu besaran.
Pengukuran dibedakan menjadi 2, yaitu pengukuran langsung dan pengukuran
tidak langsung.
1. Pengukuran langsung, membandingkan nilai besaran yang diukur dengan
besaran standar yang diterima sebagai satuan.
2. Pengukuran tidak langsung, mengukur suatu besaran dengan cara
mengukur besaran lain.
Semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran dinamakan angka
penting atau angka tidak eksak.
Angka penting terdiri atas angka pasti dan angka ragu-ragu atau taksiran.
Angka 1; 8 dan 1; 5 pada contoh penggunaan mistar merupakan angka pasti
karena ditunjukkan oleh skala. Sedangkan angka 5 dan 0 disebut angka raguragu
karena hasil menaksir.
 B.Macam-macam pengukuran
1.Pengukuran panjang dengan menggunakan mistar / penggaris



                  Mistar dan penggunaannya
2
2.Pengukuran panjang dengan menggunakan jangka sorong


                                                                                         
                                                                                         

Jangka sorong dan penggunaannya
3.Pengukuran panjang dengan menggunakanmikrometerskrup




Mikrometerskrup dengan penggunaannya
4. Pengukuran massa dengan menggunakanneraca / timbanagan



Neraca dan penggunaannya
5.Pengukuran waktu dengan menggunakan stopwatch



 Stopwatch dan penggunaannya
3
6.Pengukuran suhu/temperatur dengan menggunakanthermometer




                          Thermometer dan penggunaannya
7.Pengukuran arus listrik dengan menggunakanamperemeter




                Amperemeter dan penggunaannya



Saat melakukan pengukuran, informasi yang kita peroleh dari hasil pengukuran dapat berupa angka-angka yang disebut dengan angka penting.Angka penting sendiri terdiri dari angka pasti dan angka tangsiran.Disamping angka-angka, digunakan juga satuan pengukuran besaran fisika yang sesuai dengan Sistem Internasional (SI) sebagaimana tabel di atas.Dengan demikian, kegiatan pengukuran menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran fisika. Oleh karenanya, saat Anda akan melakukan pengukuran besaran fisika, lakukanlah secara benar dengan mengikuti aturan-aturan sistem internasional yang telah disepakati bersama.



4
BAB III
Besaran
A.pengertian
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, dihitung, memiliki nilai dan satuan.Besaran menyatakan sifat dari benda.Sifat ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran.Oleh karena satu besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkan satuan untuk tiap besaran. Satuan juga menunjukkan bahwa setiap besaran diukur dengan cara berbeda.
            Besaran terbagi menjadi 2 yaitu:

                *Besaran pokok

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.

Besaran pokok dalam Sistem Internasional

Nama
Simbol dalam rumus
Simbol dimensi
Satuan SI
Simbol satuan
Panjang
l, x, r, dll.
[L]
meter
m
Waktu
t
[T]
detik (sekon)
s
Massa
m
[M]
kilogram
kg
Arus listrik
I, i
[I]
ampere
A
Suhu
T
[θ]
kelvin
K
Jumlah molekul
n
[N]
Mol
mol
Intensitas cahaya
Iv
[J]
Kandela
Cd









5
Keterangan dari macam-macam besaran pokok itu adalah:

                    Panjang

Satuan panjang adalah "meter".
Definisi 
Satu meter adalah jarak yang ditempuh cahaya (dalam vakum) dalam selang waktu 1/299 792 458 sekon.

                    Massa

Massa zat merupakan kuantitas yang terkandung dalam suatu zat. Satuan massa adalah "kilogram" (disingkat kg)
Definisi 
Satu kilogram adalah massa sebuah kilogram standar yang disimpan di lembaga Timbangan dan Ukuran Internasional (CGPM ke-1, 1899)

                    Waktu

Satuan waktu adalah "sekon" (disingkat s) (detik)
Definisi 
Satu sekon adalah selang waktu yang diperlukan oleh atomsesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9 192 631 770 kali dalam transisi antara dua tingkat energi di tingkat energi dasarnya (CGPM ke-13; 1967)

                    Kuat arus listrik

Satuan kuat arus listrik adalah "Ampere" (disingkat A)
Definisi 
Satu Ampere adalah kuat arus tetap yang jika dialirkan melalui dua buah kawat yang sejajar dan sangat panjang, dengan tebal yang dapat diabaikan dan diletakkan pada jarak pisah 1 meter dalam vakum, menghasilkan gaya 2 X 10-7 newton pada setiap meter kawat.

                    Suhu

Satuan suhu adalah "kelvin" (disingkat K)
Definisi 
Satu Kelvin adalah 1/273,16 kali suhu termodinamikatitik tripel air (CGPM ke-13, 1967).
Dengan demikian, suhu termodinamika titik tripel air adalah 273,16 K. Titik tripel air adalah suhu dimana air murni berada dalam keadaan seimbang dengan es dan uap jenuhnya.

6
Jumlah molekul
Satuan jumlah molekul adalah "mol".

                    Intensitas cahaya

Satuan intensitas cahaya adalah "kandela" (disingkat Cd).
Definisi 
Satu kandela adalah intensitas cahaya suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 540 X 1012 hertz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 watt per steradian dalam arah tersebut (CGPM ke-16, 1979)

                *Besaran turunan

Besaran turunan adalah besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok.
Contoh besaran turunan:

Besaran
Satuan
Singkatan
Kecepatan
meter per sekon
m/s
Percepatan
meter per sekon kuadrat
m/s²
Luas
meter persegi
Volume
meter kubik
Gaya
Newton (kilogram meter per sekon persegi)
kg m/





7
BAB IV
Satuan
A.pengertian
Satuan atau satuan ukur atau unit digunakan untuk memastikan kebenaran pengukuran atau sebagai nilai standar bagi pembanding alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya untuk melindungi kepentingan umum. Digunakan dalam berbagai disiplin ilmu untuk mendefinisikan berbagai pengukuran, rumus dan data.
Satuan juga dapat didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran
Sistem Satuan Internasional (SI); sistem satuan yang berlaku secara internasional (mendunia).
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua yaitu:
Sistem MKS (meter, kilogram, sekon atau detik).
Sistem CGS (sentimeter, gram, sekon atau detik).
Contoh sistem Satuan Internasional (SI) ditunjukkan dalam tabel di bawah ini.
No
Besaran
MKS
CGS
1.
Panjang
m
cm
2.
Massa
kg
gram, ons, pounds
3.
Waktu
detik
menit, jam, hari
4.
Gaya
newton
dyne
5.
Energi
joule
kalori, erg
6.
Suhu
kelvin
Celcius, Fahrenheit, Reamur






8
BAB V
Dimensi
A.pengertian
Dalam penggunaan umum, dimensi berarti parameter atau pengukuran yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sifat-sifat suatu objek—yaitu panjang, lebar, dan tinggi atau ukuran dan bentuk. Dalam matematika dan fisika, dimensi adalah parameter yang dibutuhkan untuk menggambarkan posisi dan sifat-sifat objek dalam suatu ruang. Dalam konteks khusus, satuan ukur dapat pula disebut "dimensi"—meter atau inci dalam model geografi, atau biaya dan harga dalam model ekonomi.
Sebagai contoh, untuk menggambarkan suatu titik pada bidang (misalnya sebuah kota pada peta) dibutuhkan dua parameter— lintang dan bujur. Dengan demikian, ruang bersangkutan dikatakan berdimensi dua, dan ruang itu disebut sebagai bersifat dua dimensi.
Menggambarkan posisi pesawat terbang (relatif terhadap bumi) membutuhkan sebuah dimensi tambahan (ketinggian), maka posisi pesawat terbang tersebut dikatakan berada dalam ruang tiga dimensi (sering ditulis 3D). Jika waktu ditambahkan sebagai dimensi ke-4, "kecepatan" pesawat terbang tersebut dapat dihitung dengan membandingkan waktu
B.Adapun bagian-bagian Dimensi adalah :

Dimensi fisis

Dimensi fisis adalah parameter-parameter yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan di manakah dan bilamanakah sesuatu terjadi; misalnya: Kapankah Napoleon meninggal? — Pada tanggal 5 Mei1821 di pulau Saint Helena (15°56′LS 5°42′BB). Dimensi fisis memainkan peran mendasar dalam persepsi seseorang terhadap sekitarnya.

 Dimensi ruang

Teori-teori fisika klasik mendeskripsikan tiga dimensi fisis: dari titik tertentu dalam ruang, arah pergerakan dasar yang mungkin adalah ke atas atau ke bawah, ke kiri atau ke kanan, dan ke depan atau ke belakang. Sembarang pergerakan dapat diungkapkan dengan hanya tiga dimensi tersebut.
Bergerak ke bawah samalah dengan bergerak ke atas secara negatif. Bergerak diagonal ke depan atas samalah dengan bergerak dengan kombinasi linear ke depan dan ke atas. Dimensi fisis ruang dapat dinyatakan paling sederhana sebagai berikut: suatu garis menggambarkan satu dimensi, suatu bidang datar menggambarkan dua dimensi, dan sebuah kubus menggambarkan tiga dimensi. (Lihat Sistem koordinat Cartesian.)
9
          Waktu
Waktu sering disebut sebagai "dimensi keempat".Hal ini menyediakan jalan bagi pengukuran perubahan aspek-aspek fisika.Hal ini dilihat secara berbeda bahwa dari tiga dimensi spasial hanya ada satu dimensi, dan pergerakannya terlihat selalu memiliki nilai pasti dan sejajar dengan waktu (searah).
Persamaan-persamaan yang digunakan oleh ahli fisika untuk menyatakan model realitas seringkali tidak memperlakukan waktu sebagaimana manusia memandangnya.Misalnya, persamaan klasikal mekanik yang adalah T-simetri (bersimetri dengan waktu) dengan persamaan dari mekanika kuantum sebenarnya bersimetri jika waktu dan kuantitas lain (seperti C-simetri (charge)) dan fisika paritas dibalikkan.Pada model ini, persepsi waktu mengalir kesatu arah adalah artefak dari hukum-hukum termodinamika.(Kita melihat waktu mengalir kearah peningkatan (entropi).
Orang yang paling terkenal memandang waktu sebagai dimensi adalah Albert Einstein dengan teori relativitas umum yang memandang ruang dan waktu sebagai bagian dari dimensi ke empat.

                Dimensi tambahan

Teori fisika seperti teori untai (string theory) meramalkan bahwa ruang tempat kita hidup sesungguhnya memiliki banyak dimensi (sering disebutkan 10, 11, atau 26), namun semesta yang diukur pada dimensi-dimensi tambahan ini berukuran subatom.Akibatnya, kita hanya mampu mencerap ketiga dimensi ruang yang memiliki ukuran makroskopik.

Satuan

Dalam ilmu-ilmu fisis dan teknik, dimensi suatu besaran fisika adalah ekspresi atas kelas satuan fisika besaran tersebut.Contohnya, dimensi kecepatan adalah panjang dibagi waktu.Dalam sistem SI, dimensi dimiliki oleh tujuh besaran dasar.Lihat Analisis dimensi.

             Dimensi matematika

Dalam matematika, tidak ada satu pun definisi yang mencukupi untuk menyatakan konsep dalam segala situasi yang digunakan.Konsekuensinya, matematikawan membagi sejumlah definisi dimensi ke dalam tipe-tipe yang berbeda.Semuanya didasarkan pada konsep dimensiEuclides beruang-n, En.
·      Titik E0 adalah dimensi-0,
·      Garis E E1 adalah dimensi-1,
·      Bidang E2 adalah dimensi-2,
dan secara rampat, En adalah dimensi-n.
10

BAB VI
Awalan SI
A.pengertian
Prefix SI adalah awalan (prefiks) yang dapat diaplikasikan ke satuan SI untuk membentuk sebuah satuan yang menandakan kelipatan dari satuan tersebut. Banyak awalan SI sudah ada sebelum sistem SI itu sendiri diperkenalkan pada 1960.
Sebagai contoh, awalan
kilo yang berarti dikalikan dengan 1.000, maka 1kilometer berarti 1.000 meter dan 1 kilowatt berarti 1.000 watt. Awalan mili berarti dibagi dengan seribu, maka 1 milimeter berarti 1/1.000 meter dan 1 mililiter berarti 1/1.000liter.
Tabel awalan SI


n
10n
Simbol
Ekuivalen dengan angka
24
1024
yotta
Y
satu caturta
1.000.000.000.000.000.000.000.000
21
1021
zetta
Z
satu triyar
1.000.000.000.000.000.000.000
18
1018
exa
E
satu trita
1.000.000.000.000.000.000
15
1015
peta
P
satu dwiyar
1.000.000.000.000.000
12
1012
tera
T
satu triliun
1.000.000.000.000
9
109
giga
G
satu miliar
1.000.000.000
6
106
mega
M
satu juta
1.000.000
3
103
kilo
k
seribu
1.000
2
102
hekto (hecto)
h
seratus
100
1
101
deka (deca)
da
sepuluh
10
0
100
tidak ada
tidak ada
satu
1
-1
10-1
desi (deci)
d
sepersepuluh
0,1
-2
10-2
senti (centi)
c
seperseratus
0,01
-3
10-3
mili
m
seperseribu
0,001
-6
10-6
mikro (micro)
µ
sepersejuta
0,000 001
-9
10-9
nano
n
sepersemiliar
0,000 000 001
-12
10-12
piko (pico)
p
sepersetriliun
0,000 000 000 001
-15
10-15
femto
f
sepersedwiyar
0,000 000 000 000 001
-18
10-18
atto
a
sepersetrita
0,000 000 000 000 000 001
-21
10-21
zepto
z
sepersetriyar
0,000 000 000 000 000 000 001
-24
10-24
yokto (yocto)
y
sepersecaturta
0,000 000 000 000 000 000 000 001









12
BAB VII
PENUTUP
A.Kesimpulan
Pengukuan,Besaran,Satuan dan Dimensi Adalah materi dari ilmu Fisika yang sangat penting untuk di pelajari.Dan dapat membantu dalam kehidupan manusia sehari-hari












13
DAFTAR PUSTAKA
-http://id.wikipedia.org/wiki/Pengukuran
-http://id.wikipedia.org/wiki/Besaran
-http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan
-http://id.wikipedia.org/wiki/Awalan SI
-Tri widodo(2009).Fisika untuk SMA / MA From:http://bse.kemdiknas.go.id/index.php/buku/bukusma


























14

1 komentar: